SURABAYA – Sebanyak 1.565 atlet karate dari 34 provinsi di Jawa Timur serta alfiliasi Akademi Angkatan Laut (AAL) serta Kodam V/ Brawijaya, mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate Institut Karate-do Indonesia (INKAI) Provinsi Jawa Timur, yang digelar selama dua hari, di GOR Pancasila Surabaya.
Baca Juga: Jawa Timur Dominan, KONI dan Atlet Jatim Panen Penghargaan SIWO PWI AWARD 2026
Menurut Andi Irawan, Ketua Panitia Pelaksana Kejurprov Karate INKAI, kejurprov ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, ajang ini menjadi bagian penting dalam proses pembibitan dan pembinaan atlet karate jawa timur untuk dipersiapkan di ajang nasional maupun internasional.
"Kejurprof ini sebagai persiapan menuju kejuaraan nasional yang akan digelar pada April dan Juni mendatang. Tujuan Kejuaraan ini adalah mencari juara sejati di tingkat Jawa Timur," Ujar Andi seusai membuka resmi Kejurprov INKAI Provinsi Jawa Timur, Sabtu (17/01) siang.
Ketua Pengprov INKAI Jatim, Suyanto Kasdi mengatakan kejuaraan ini mempertandingkan total 1.883 kelas pertandingan, yang terdiri dari 992 kelas open perorangan, 65 kelas open beregu, serta 826 kelas festival. Para atlet bertanding di kelas pra-dini, dini, pemula hingga senior, serta kelas festival.
"Kita mengusung motivasi dan program baru untuk melahirkan talenta-talenta muda yang bisa menggantikan para seniornya. Saya ingin jawa timur memiliki juara-juara baru di Asian Games serta Sea Games," Ungkapnya.
Baca Juga: KONI Jatim Gandeng Kodam V Brawijaya, Mantapkan Pengembangan Atlet
Jawa Timur kini memiliki atlet berprestasi di level internasional, seperti Joshua Kandau, peraih merali emas Sea Games 2025 lalu, serta Rifki Ardiansyah Arrosyiid, peraih medali emas Asian Games 2018 silam. Sementara dikategori putri, nama Aura Sinta berhasil meraih medalo emas pada kelas kumite +68 Kilogram Junior Putri di Kejuaraan Asian Karate Federation (AKF) di China pada 2025 lalu.
Sementara, Muhammad Nabil, Ketua Umum Komite Olagraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengapresiasi event kompetisi yang diselenggarakan INKAI Jawa Timur. Pihaknya berpesan agar atlet berprestasi mendapat pembinaan secara berkelanjutan.
"saya berharap ini sebagai trigger buat teman-teman yang lain, atlet-atlet yang lain dan kita masih punya harapan besar karena ini cabor populer tapi kita memang belum punya prestasi yang sangat menjanjikan karena itu event-event seperti ini pasti kita apresiasi," Kata Nabil.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas, 150 Pelatih Pencak Silat Ikuti Pelatihan IPSI Jatim
Nabil berpesan agar tim pemantau bakat internal INKAI Jatim melakukan seleksi dan pembinaan berkelanjutan. Ia juga menekankan penting menjaga standarisasi fisik bagi karateka, seperti VO2MAX, kecepatan san kekuatan dalam menjaring atlet potensial..
"KONI Jatim merekomendasikan cabor beladiri setidaknya melaksanakan kejuaraan tingkat provinsi empat kali setahun. Atlet tidak bisa hanya kuat di latihan, mereka harus kuat di pertandingan untuk menjadi atlet standar dunia yang memperkuat Jawa Timur," tutupnya.(*)
Editor : Nto