Drama Lima Set di Gresik! GPPI Nyaris Tergelincir, Tapi Akhirnya Sempurna Juarai Putaran Pertama

Reporter : Key
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menerima hadiah uang pembinaan Rp 30 juta usai memastikan menguasai posisi puncak sepanjang putaran pertama Proliga 2026. Mereka juga mengalahkan Jakarta Livin' Mandiri di GOR Tri Dharma malam ini. (Proliga)

Gresik, jatimsport.com – GOR Tri Dharma, Gresik, mendadak jadi saksi malam paling menegangkan di putaran pertama Proliga 2026. Di hadapan publik sendiri, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia harus berjibaku hingga lima set sebelum akhirnya memastikan diri sebagai juara putaran pertama.

Jakarta Livin' Mandiri dibuat menyerah dengan skor dramatis 3-2 (25-15, 21-25, 25-21, 22-25, 15-7), Kamis (29/1/2026) malam. Kemenangan ini terasa spesial.

Baca juga: Harga Tiket Final Four Proliga 2026 Mulai Rp150 Ribu, Paling Mahal Rp400 Ribu, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan hanya karena status tuan rumah, tetapi juga karena GPPI menutup putaran pertama tanpa satu pun kekalahan. Enam kemenangan beruntun mengantar Mediol Stiovanny Yoku dkk. kukuh di puncak klasemen dengan nilai 17, sekaligus mengantongi hadiah uang pembinaan Rp 30 juta.

Namun, jalan menuju kesempurnaan itu jauh dari kata mulus. Tim asal Kota Pudak yang biasanya tampil dominan justru terlihat naik-turun. Set pertama berjalan sesuai skenario tuan rumah dengan kemenangan telak 25-15.

Tapi ritme itu buyar di set kedua. Kesalahan demi kesalahan membuat Jakarta Livin' bangkit dan mencuri set dengan skor 25-21.

Set ketiga sempat mengembalikan kepercayaan diri publik Gresik. Penerimaan servis membaik, blok makin rapat, dan GPPI unggul 25-21. Sayangnya, konsistensi kembali menghilang di set keempat. Livin' Mandiri menekan, memaksa laga masuk set penentuan usai menang 25-22.

Baca juga: Surabaya Samator Ngotot Menang Meski Tak Berpengaruh, Garuda Jaya Jadi Korban

"Memang set kedua dan keempat tadi kami sering melakukan kesalahan sehingga lawan bisa menekan. Bersyukur kami bisa kembali fokus pada set kelima," kata Medi Yoku usai laga.

Di set kelima, tensi langsung berubah. Tim asuhan Alessandro Lodi tancap gas, unggul cepat 4-1, lalu menjauh hingga 13-6. Satu bola tipuan mematikan dari setter Arneta Putri mengunci kemenangan 15-7 dan memecah sorak sorai penonton.

"Enam kemenangan sepanjang putaran pertama tentu sebuah hasil yang bagus, tetapi kami tetap akan melakukan evaluasi dan perbaikan," ujar Alessandro Lodi.

Baca juga: Surabaya Samator Bikin Deg-degan, Akhirnya Kunci Tiket Final Four Usai Kalahkan Bhagasasi

Dari kubu lawan, Yolla Yuliana tetap menatap ke depan. "Kalah 2-3 bukan hasil yang buruk, kami tetap senang karena sudah memberikan perlawanan maksimal," katanya.

Drama ini jadi penegasan: GPPI juara, tapi alarm evaluasi sudah berbunyi. (*)

Editor : Key

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru