Surabaya, jatimsport.com – Rahasia di balik dominasi mutlak selam Jawa Timur akhirnya terbongkar dan bikin seluruh Indonesia tercengang! Hattrick juara umum pada tiga ajang PON berturut-turut ternyata tidak diraih dengan cara instan atau sembarang asalan.
Di balik medali emas yang berkilau, tersimpan kisah perjuangan bertahun-tahun yang sangat melelahkan dan menguras air mata!
Baca juga: Kabar Baik! Cabor Selam Dipertandingkan di Popda Jatim 2026
Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim, Mirza Muttaqien, secara blak-blakan membongkar fakta mengejutkan di balik kesuksesan luar biasa tersebut.
“Medali diraih saat PON, tetapi juara dibentuk setiap hari selama Puslatda,” ujar Mirza dengan nada penuh penekanan.
Menurutnya, Pemusatan Latihan Daerah alias Puslatda dijalankan secara konsisten, terukur, dan melibatkan ribuan jam latihan yang menyiksa fisik mental!
Program latihan harian yang ketat, evaluasi berkala, hingga uji coba periodik menjadi menu wajib yang harus ditelan mentah-mentah oleh para atlet.
“Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap,” tegasnya.
Fakta gila lainnya terungkap dari lokasi pemusatan latihan yang dipusatkan di Kolam Renang Saigon, Pasuruan, pada persiapan PON sebelumnya.
Pembiayaan komprehensif digelontorkan secara jor-joran mulai dari sewa kolam, akomodasi, gizi ketat, peralatan, hingga transportasi operasional demi hasil sempurna.
Baca juga: Kabar Baik! Cabor Selam Dipertandingkan di Popda Jatim 2026
Namun, di balik megahnya fasilitas tersebut, ada beban mental luar biasa yang harus dipikul oleh para atlet yang sudah berkeluarga!
“Bagi atlet yang telah berkeluarga, tantangannya bukan hanya meningkatkan performa untuk meraih prestasi, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi,” ungkap Mirza.
Kondisi pelik ini membuat para atlet sering dihadapkan pada pilihan sulit antara fokus latihan mati-matian atau terpecah perhatiannya untuk urusan rumah tangga.
Makanya, dukungan finansial dan fasilitas yang komprehensif menjadi harga mati agar atlet dan pelatih bisa bernapas lega tanpa beban pikiran!
Baca juga: Strategi POSSI Jatim di Kejurda Finswimming 2026: Cetak Prestasi dan Hidupkan UMKM Lumajang
Kondisi pelik ini membuat para atlet sering dihadapkan pada pilihan sulit antara fokus latihan mati-matian atau terpecah perhatiannya untuk urusan rumah tangga.
Makanya, dukungan finansial dan fasilitas yang komprehensif menjadi harga mati agar atlet dan pelatih bisa bernapas lega tanpa beban pikiran!
Mirza menegaskan bahwa sistem pembinaan yang memberikan kepastian hidup adalah kunci utama mengapa Jatim begitu ditakuti di arena selam nasional.
“Juara tidak dibentuk pada hari pertandingan. Juara dibentuk setiap hari ketika atlet datang berlatih, menjalankan program dengan disiplin, dan memiliki ketenangan untuk fokus mengejar prestasi,” pungkasnya dengan penuh misteri. (*)
Editor : Key