Surabaya, jatimsport.com – Irama musik yang rancak, tawa riang yang renyah, serta pancaran semangat membara dari ratusan warga lanjut usia (lansia) seketika memecah keheningan di halaman Kantor Kecamatan Gunung Anyar pada Minggu (21/6/2026) pagi. Sejak matahari baru saja terbit, ruang terbuka tersebut telah disulap menjadi panggung penuh energi positif yang menandai dimulainya perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat kecamatan.
Mengenakan pakaian olahraga serasi, mereka tampak antusias mengikuti senam bersama, bazar, hingga unjuk kebolehan dalam lomba line dance dan parikan dengan energi yang tak kalah dari generasi muda.
Acara rutin tahunan ini menjadi ruang aktualisasi sekaligus ajang silaturahmi yang dinantikan. Pembina Lansia Kecamatan Gunung Anyar, Telli Yuliani, menekankan pentingnya membangun kemandirian di usia senja. "Lansia bukan beban, tetap bisa produktif, mandiri, dan menjadi inspirasi generasi muda," ujarnya tegas.
Ia menambahkan bahwa ke depan, pihak kecamatan berencana menggandeng UMKM lokal untuk melatih para lansia memproduksi makanan kecil dan kerajinan tangan agar mereka mampu berdaya secara ekonomi.
Dari sekitar 800 lansia yang tercatat di Gunung Anyar, sebanyak 400 orang terhitung sangat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Bagi pihak berwenang, kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting lingkungan.
Camat Gunung Anyar, Indra Fajar Swasana menyampaikan bahwa lansia memiliki peran krusial sebagai penasihat sosial berbekal rekam jejak pengalaman hidup mereka. "Beliau-beliau ini yang punya dasar yang selalu mengajarkan kepada kami bagaimana menyikapi setiap permasalahan," ungkap Indra.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi para sesepuh dalam menyukseskan program kota seperti Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang kini telah meluluskan jenjang S3.
Melalui sinergi layanan kesehatan gratis dan pemberdayaan berkelanjutan, perayaan HLUN ini menjadi bukti nyata bahwa usia hanyalah deretan angka. Semangat membara dari ujung timur Surabaya ini mengirimkan pesan kuat: tua secara usia, namun tetap produktif dan bermartabat. (*)
Editor : Key