Ambisi Besar Terbongkar! Jatim Siapkan Generasi Baru Panjat Tebing

Reporter : Nto
Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil didampingi Ketua FPTI Jatim Henky Irawan dan Kadispora Jatim M. Hadi Wawan usai membuka Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 di Lapangan Jatim Seger, Surabaya, pagi tadi. (jatimsport.com/FPTI Jatim)

Surabaya, jatimsport.com – Riuh sorak terdengar sejak pagi di Lapangan Jatim Seger Surabaya, Kamis (7/5/2026). Ratusan atlet muda panjat tebing dari berbagai daerah di Jawa Timur tiba-tiba jadi sorotan karena bukan sekadar berburu medali.

Ada misi besar yang diam-diam sedang disiapkan. Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 ternyata diproyeksikan menjadi “ladang” pencarian atlet masa depan menuju PON 2028.

Baca juga: IPSI Jatim Buru Emas PON 2028, 390 Pesilat Bertarung di Kejurprov

Sebanyak 294 atlet dari 30 kabupaten/kota turun bertanding dalam ajang ini. Mereka berasal dari kelompok umur KU-9, KU-11, KU-13, KU-15, KU-17 hingga KU-19.

Yang bikin publik tercengang, ada peserta usia tujuh tahun yang sudah berani bersaing di arena resmi tingkat provinsi. Fakta itu langsung memantik perhatian para pengurus olahraga Jawa Timur.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Henky Irawan, menegaskan Kejurprov bukan hanya soal perebutan podium. Ada target lebih besar yang sedang dibidik.

"Dari Kejurprov ini diharapkan bisa mengirimkan atlet-atlet Jawa Timur ke Kejurnas dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya," ujarnya.

Menurut Henky, regenerasi atlet menjadi fokus utama FPTI Jatim. Pasalnya, Jatim selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan besar panjat tebing nasional dan terus dibayangi persaingan ketat daerah lain.Ratusan atlet muda dari 30 kabupaten/kota mengikuti pembukaan Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 di Lapangan Jatim Seger Surabaya, pagi tadi. (jatimsport.com/FPTI Jatim)

Tak ingin lengah, FPTI Jatim mulai menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satunya dengan memperbanyak event agar atlet muda memiliki jam terbang lebih tinggi.

"Kami ingin semakin banyak event agar atlet punya jam terbang dan pengalaman bertanding," katanya.

Optimisme mempertahankan dominasi nasional pun mulai digaungkan. Dukungan KONI Jatim dan Dispora Jatim disebut menjadi energi tambahan bagi panjat tebing di provinsi ujung timur Jawa ini.

Baca juga: Gawat! Peran KONI Jatim Mau Dipangkas, LaNyalla Desak Pemprov Taat Undang-Undang

"Kami optimistis tetap mempertahankan posisi juara umum di Kejurnas," tegas Henky.

Namun jalan mempertahankan tahta tidak akan mudah. Persaingan antardaerah disebut makin panas karena sejumlah provinsi mulai membangun kekuatan baru.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengingatkan panjat tebing bukan olahraga biasa. Menurutnya, cabang ini membutuhkan kombinasi skill, kekuatan fisik, hingga mental bertanding yang kuat.

"Semakin banyak mengikuti event, refleks ketika bertanding semakin tinggi. Skill kuat, power aman, dan mental bertanding juga terbentuk," ujarnya.

Nabil menilai FPTI Jatim sudah berada di jalur yang tepat. Meski begitu, ia mengingatkan ancaman dari daerah rival tak bisa dianggap remeh. Ia menyebut Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Barat masih menjadi lawan berat dalam perebutan prestasi nasional.

Baca juga: Sah! Sosok Pengusaha Surabaya Ini Resmi Nakhodai FPTI Jatim

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M. Hadi Wawan, mengaku terkejut melihat tingginya antusiasme atlet usia dini di Kejurprov kali ini.

Menurutnya, kemunculan peserta usia tujuh tahun menjadi sinyal bahwa masa depan panjat tebing Jatim masih sangat panjang.

"Tadi ada peserta usia tujuh tahun. Ini potensi luar biasa. Saat memasuki usia emas nanti, kita berharap mereka bisa menjadi atlet terbaik untuk Jawa Timur," ujarnya.

Pada Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026, nomor yang dipertandingkan meliputi lead, speed world record, dan boulder. Khusus KU-9 hingga KU-15 hanya bertanding di nomor speed world record, sedangkan KU-17 sampai KU-19 mengikuti seluruh kategori.

Ketua Harian FPTI Jatim, Dhanu Iswara, menyebut Kejurprov menjadi momentum penting menjaga tradisi lahirnya atlet panjat tebing berprestasi dari provinsi yang terletak di sepertiga paling timur pulau Jawa ini. (*)

Editor : Key

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru