Surabaya, jatimsport.com – Gak nyangka! Suasana Lapangan Benowo Krajan, Surabaya tiba-tiba pecah dan mendadak jadi lautan manusia pada Minggu (19/4/2026) pagi. Ratusan warga seolah tak percaya saat melihat sosok-sosok yang biasanya hanya muncul di layar kaca, kini berdiri tepat di depan mata mereka.
Ya, kehadiran para bintang Persebaya Surabaya benar-benar membuat heboh dalam acara bertajuk Persebaya Kampung Wani Bersama Antangin.
Baca juga: Bigmatch! Bernardo Tavares Bongkar Ancaman Maung Bandung
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini diawali dengan syahdu lewat lagu Indonesia Raya sebelum warga tumpah ruah mengikuti jalan sehat.
Namun, tensi kegembiraan semakin memuncak saat tiga penggawa andalan Bajol Ijo muncul di tengah kerumunan. Mereka adalah Francisco Rivera, Gali Freitas, hingga sang putra daerah kebanggaan Benowo, Toni Firmansyah.
Ketiganya tak segan berbaur, melayani sesi fan sign, hingga ikut seru-seruan dalam games football 5 vs 5 yang bikin warga histeris. Bahkan, bagi Toni Firmansyah, momen ini bukan sekadar acara biasa, melainkan ajang "pulang kampung" yang emosional.
"Rasanya senang sekali bisa kembali ke sini. Banyak wajah yang saya kenal sejak kecil," ungkap Toni.
Pemain muda berbakat ini pun berharap kedekatan ini tak pernah luntur.
"Antusiasme warga luar biasa, semoga kegiatan seperti ini bisa terus mempererat kebersamaan antara Persebaya dan masyarakat," ujarnya.
Tak hanya soal bola, pesan kesehatan juga menjadi misi utama dalam kolaborasi apik bersama Antangin ini.
Baca juga: Persebaya Pesta Gol di Markas Serdadu Tridatu
Junior Brand Manager Antangin, Gideon Cahya Negara, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gaya hidup aktif warga Surabaya.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan tetap aktif berolahraga," kata Gideon di sela acara.
Ia pun mengaku tersentuh melihat bagaimana warga memperlakukan Toni Firmansyah sebagai pahlawan lokal.
"Kedekatan seperti ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menghadirkan kebersamaan dan kebanggaan bagi lingkungan tempat seorang pemain berasal," tambah Gideon.
Baca juga: Lini Depan Persebaya Kurang Tajam, Bruno Moreira Masih Dongkol
Sementara itu, Rianto, selaku Ketua RW 02 Benowo Krajan, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya atas kemeriahan yang terjadi di wilayahnya.
"Selain menyehatkan, acara ini juga mempererat hubungan antara masyarakat dan klub kebanggaan mereka," terang Rianto.
Pesta rakyat ini pun ditutup dengan momen paling merinding saat lagu 'Song For Pride' bergema kencang di angkasa Benowo Krajan.
Satu hal yang pasti, Persebaya bukan sekadar klub bola, tapi ia adalah nafas dan harga diri bagi warga Surabaya. (*)
Editor : Key