Wih! Performa Atlet Naik 50 Persen, IPSI Surabaya Siap Guncang Kejurprov, Ini Targetnya

Reporter : Nto
Ketua IPSI Kota Surabaya Bambang Haryo Soekartono berfoto bersama para atlet dan pengurus jelang persiapan Kejurprov. (jatimsport.com/istimewa)

Surabaya, jatimsport.com – IPSI Kota Surabaya benar-benar tak main-main menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) mendatang. Target juara umum kembali digaungkan, bahkan dengan ambisi yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Ketua IPSI Kota Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan perkembangan atletnya menunjukkan tren yang sangat positif. Ia menyebut peningkatan performa para atlet sudah terlihat signifikan setelah menjalani pemusatan latihan.

Baca juga: Tarung Derajat Masuk PON 2028, Kodrat Jatim: 5-6 Emas Bisa Juara Umum

“Saya melihat latihan dari 28 atlet yang dipersiapkan untuk Kejurprov atas nama IPSI Kota Surabaya menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Kami sudah mempersiapkan mereka cukup lama melalui Puslatcab selama sekitar 6 bulan,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, peningkatan kemampuan atlet disebut mencapai lebih dari 50 persen. Baik dari sisi teknik, fisik, hingga kecepatan mengalami lonjakan yang cukup tajam.

“Berdasarkan evaluasi pelatih, kondisi performa atlet—baik dari sisi teknik, fisik, maupun kecepatan—mengalami peningkatan lebih dari 50%. Dengan kondisi ini, kami memiliki peluang besar untuk kembali meraih gelar juara umum,” tambahnya.

Menariknya, dari total 28 atlet yang diturunkan, sebanyak 24 di antaranya merupakan wajah baru. Hal ini menjadi bagian dari strategi regenerasi jangka panjang IPSI Surabaya.

“Dari 28 atlet tersebut, 24 di antaranya adalah atlet baru. Ini memang fokus kami pada pengaderan, di mana mereka disiapkan sebagai lapis kedua untuk nantinya naik ke lapis pertama,” jelas Bambang.

Ia menegaskan, para atlet ini tidak hanya diproyeksikan untuk Kejurprov, tetapi juga untuk ajang yang lebih besar seperti POPDA hingga PORPROV.

“Jika mereka lolos di Kejurprov, mereka akan siap masuk ke Puslatda Provinsi untuk menghadapi Pra-PON dan PON,” katanya.

Kejurprov sendiri akan mulai digelar pada 18 Mei, dengan pembukaan sehari sebelumnya. IPSI Surabaya akan turun dengan kekuatan penuh di semua kategori.

“Target kami adalah mempertahankan gelar Juara Umum. Jika sebelumnya di Malang kami meraih lima medali emas, kali ini kami menargetkan minimal enam medali emas,” tegasnya.

Tak hanya fokus jangka pendek, Bambang juga menyiapkan target besar untuk ajang PON mendatang di NTB. Ia bahkan sudah memasang angka perolehan medali.

“Untuk PON, targetnya tentu menjadi Juara Umum. Paling tidak kami menargetkan 4 emas, 6 perak, dan 6 perunggu,” ujarnya.

Peran atlet perempuan pun disebut sangat vital dalam mendongkrak prestasi. Bahkan, sejumlah nomor unggulan berasal dari kategori putri.

“Dalam pencak silat, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Kontribusi atlet perempuan sangat besar, terutama di nomor seni beregu putri dan tunggal putri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti sosok atlet andalan Surabaya yang kerap menyumbang prestasi.

“Kita juga memiliki atlet andalan seperti Mbak Sarah (Tria Monita) dari Surabaya yang merupakan seorang juara. Jadi, atlet putri memiliki peluang yang sangat besar untuk kembali mendulang emas,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris IPSI Kota Surabaya, Faisal Ardianto, menyebut target realistis yang dipatok pihaknya untuk Kejurprov adalah lima medali emas.

“Target kami untuk menghadapi Kejurprov Dewasa pada bulan Mei mendatang adalah meraih lima medali emas,” katanya.

Ia menjelaskan, persiapan atlet dilakukan dengan jadwal latihan rutin yang cukup intens.

“Saat ini, jadwal latihan rutin dilakukan empat kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu,” ujarnya.

Menjelang kejuaraan, intensitas latihan akan ditingkatkan melalui program training camp (TC).

“Mendekati waktu kejuaraan, tepatnya H-2 minggu, para atlet dan pelatih akan menjalani program intensif di asrama (TC). Selama masa asrama ini, latihan akan ditingkatkan menjadi dua kali sehari,” jelas Faisal.

Target medali tersebut bukan tanpa dasar. Faisal menyebut capaian di Porprov Malang 2025 menjadi acuan utama.

“Para atlet peraih medali emas di ajang tersebut masih menjadi unggulan utama kami di Kejurprov tahun ini,” katanya.

Ia juga optimistis atlet peraih perak mampu naik kelas menjadi peraih emas.

“Selain itu, atlet yang sebelumnya meraih medali perak telah diprogramkan dan ditargetkan untuk bisa naik tingkat menjadi medali emas,” imbuhnya.

Beberapa nomor unggulan pun sudah dipetakan, termasuk kategori yang berpotensi besar menyumbang emas.

“Beberapa nomor yang kami jagokan antara lain adalah kategori Regu Putri dan Tunggal Putri. Untuk kategori tanding, unggulan kami ada di Kelas J Putra, Kelas F Putri, serta Kelas H Putra,” paparnya.

Meski banyak menurunkan atlet baru, Faisal memastikan kualitas tim tetap terjaga. Ia menyebut tim lapis kedua sudah dipersiapkan sejak lama.

“Kualitas mereka tidak jauh berbeda dengan tim utama, dan kami optimis kemampuan mereka akan terus bertambah,” ujarnya.

Dengan komposisi tim yang matang, peningkatan performa signifikan, serta strategi regenerasi yang terarah, IPSI Surabaya kini berdiri di ambang pembuktian.

Akankah target besar itu benar-benar terwujud? Kejurprov mendatang bakal jadi panggung jawabannya. (*)

Editor : Key

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru