Bojonegoro, jatimsport.com – Surabaya Samator akhirnya memastikan langkah ke final four Proliga 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi. Bermain di GOR Utama Bojonegoro, Minggu (15/2/2026) malam, Samator menang 3-1 (25-17, 25-23, 22-25, 25-17) sekaligus mengunci posisi aman di klasemen.
Dari kubu Surabaya Samator, rasa syukur langsung diungkapkan manajer tim, Hadi Sampurno, usai laga penentuan tersebut. "Saya bersyukur bisa lolos final four," kata Hadi usai laga.
Baca juga: Harga Tiket Final Four Proliga 2026 Mulai Rp150 Ribu, Paling Mahal Rp400 Ribu, Ini Daftar Lengkapnya
Ia juga menyoroti momen kehilangan fokus yang sempat terjadi di set ketiga. "Sudah menang dua set, pada set berikutnya sudah menganggap pertandingan akan berakhir dengan kemenangan," katanya.
Secara keseluruhan, kemenangan ini menjadi jawaban atas tekanan yang dihadapi Surabaya Samator sepanjang putaran kedua. Dari tujuh pertandingan yang telah dijalani, tiga kemenangan cukup untuk memastikan mereka melaju ke fase empat besar dan tidak lagi terkejar oleh pesaing di papan bawah.
Dalam jalannya pertandingan, Surabaya Samator tampil cukup solid sejak awal. Pada set pertama, duel berlangsung ketat hingga pertengahan sebelum akhirnya Samator menjauh dan menang 25-17. Pola serupa terjadi di set kedua, di mana kejar-kejaran angka terus terjadi hingga poin krusial, namun Samator kembali unggul tipis 25-23.
Baca juga: Surabaya Samator Ngotot Menang Meski Tak Berpengaruh, Garuda Jaya Jadi Korban
Memasuki set ketiga, situasi berubah. Medan Falcons Tirta Bhagasasi tampil lebih menekan sejak awal dan memanfaatkan celah permainan Samator. Tim lawan akhirnya memperkecil ketertinggalan dengan kemenangan 25-22, memaksa laga berlanjut.
Namun, Surabaya Samator tidak ingin kehilangan momentum lebih jauh. Pada set keempat, mereka kembali mengontrol permainan dengan lebih disiplin hingga menutup laga dengan skor meyakinkan 25-17.
Baca juga: Gagal di Momen Emas, Surabaya Samator Malah Bikin LavAni Sempurna 8 Laga
Di sisi lawan, pelatih Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, mengakui timnya mengalami kendala mendasar. "Karena receive yang jelek, sehingga serangan tidak ada," tambah Ariyanto.
Hasil ini memastikan Surabaya Samator tetap bertahan dalam persaingan elite Proliga 2026. Sempat goyah dan kehilangan satu set, tetapi pada akhirnya mereka membuktikan—tiket final four bukan sekadar target, melainkan hasil dari momentum yang berhasil dijaga hingga akhir. (*)
Editor : Key