Ponorogo, jatimsport.com – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Adi Saputra (15 tahun), dari dalam sumur sedalam sekitar 12 meter yang ada di desa Bulu Lor, kecamatan Jambon, kabupaten Ponorogo.
Korban warga Dukuh Gupit RT 03 RW 04, desa Bulu Lor, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat berhasil dijangkau petugas, pada Selasa (09/02) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.
Baca juga: Pekerja TKBM Ditemukan Meninggal Dunia 1 Mil dari Dermaga Jamrud Selatan
Menurut informasi warga setempat, pelajar Sekolah Menengah Pertama itu dilaporkan hilang sejak Jumat (06/01) kemarin. Korban terakhir terlihat pulang sekolah dan sempat ganti pakaian. Namun, korban tiba-tiba menghilang hingga dilakukan pencarian bersama oleh warga.
Bahkan, kabar menghilangnya korban sempat viral, karena proses pencarian dilakukan secara tradisional.
"Iki proses goleki wong ilang kanthi cara tradisional buk buk theng/buk theng keok! Kronologine enek bocah jenenge Adi lha dhik wingi awan jare metu saka omah ora balik-balik nganti tekan wengi akhire digoleki karo warga. Semoga lekas ketemu, Adi putra Bapak Jiman & Ibu Parmi. Alamat Dukuh Gupit, Bulu Lor, Jambon. Nek enek sing kleru benakna ya cah.", seperti yang di unggah @infoponorogo.
(Ini proses pencarian orang hilang dengan cara tradisional buk buk theng/ bung theng keok! Kronologinya ada anak bernama Adi kemarin siang kabarnya keluar rumah tidak kunjung pulang sampai malam. Akhirnya dicari oleh warga. Semoga lekas ketemu, Adi Putra bapao Jiman dan Ibu Parmi. Alamat Dukuh Gupit, Bulu Lor, Jambon. Kalau ada kekeliruan mohon diperbaiki).
Menurut Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak lepas dari sejumlah kendala teknis. Diameter sumur yang relatif kecil membatasi ruang gerak petugas, sementara kondisi di dalam sumur juga berpotensi membahayakan.
“Selain ruang yang sempit, terdapat potensi gas beracun di dalam sumur. Oleh karena itu, rescuer yang turun ke dalam sumur dilengkapi peralatan SCBA sebagai langkah mitigasi risiko,” kata Bayu.
Sementara Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, setibanya di lokasi kejadian, tim rescue Pos SAR Trenggalek segera melakukan asesmen untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman.
Baca juga: Pekerja TKBM Ditemukan Meninggal Dunia 1 Mil dari Dermaga Jamrud Selatan
“Tim SAR gabungan menggunakan peralatan vertical rescue. Satu orang rescuer Pos SAR Trenggalek diturunkan dengan teknik lowering untuk menjangkau korban secara langsung,” ujar Nanang.
Setelah berhasil menjangkau korban di dasar sumur, rescuer melakukan packing jenazah sebelum proses pengangkatan. Jenazah kemudian dievakuasi ke permukaan menggunakan teknik lifting secara bertahap, dengan pengamanan pada sistem tali dan anchor guna memastikan keselamatan personel.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Adi Saputra langsung dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas yang berwenang.
Proses evakuasi ini melibatkan unsur SAR gabungan, antara lain tim rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Ponorogo, Polres Ponorogo, Polsek Jambon, Koramil Jambon, Puskesmas Jambon, serta sejumlah potensi SAR lainnya.
Editor : Key